Hallo..
Para pejuang friendzone.,
Yang katanya deket, tapi liat wajahnya aja pucet
Yang katanya sahabatan, tapi do'i milik teman
Sekedar butuh rasa nyaman. Tapi mengharukan
Menuai kisah dramatis, namun tragis
Penuh dengan rasa bahagia, meskipun itu iba
Loe sadar nggak sih guys, pundak loe itu nyaman.
Kalau di ibaratin itu seperti taman..
Yaa.. taman bunga yang sedang bermekaran.
indah, wangi, warna warni menghias hati yang sedang tersakiti.
Semua orang tau, keindahan itu adalah tempat melepas kegundahan. Dan nyatanya benar.,
Tapi loe salah besar guys, memang yang namanya sebuah keindahan mata itu memang mengesankan, tapi mudah membosankan.
Kenapa??
Karena sifatnya hanya sementara..
Dan loe tau kemana arah pergi nya setelah bosan.
Ya.. rumah, seburuk dan sekotor apapun tempat itu,Dia pasti akan pulang. .
Karena dia tau mana tempat sebenarnya melepas lelah, bukan menanbah masalah
Itulah nasibmu guys sebagai tempat sandaran ternyaman, tempat melepas intan permata kapal setelah mereka lelah dari badai samudra..
Gua terharu guys liat mereka para pemuja rahasia. Punya rasa namun tak bisa apa-apa. Lebih dari sekedar teman tapi tanpa kepastian. Memendam harapan tapi tak ternyatakan.
Katanya cinta itu perlu pengorbanan,.
Iya. . Berkorban aja terus ,.
Sampai cucunya ikut beruban..
Berjalan lah seperti air yang mengalir pada tempat yang telah di tentukan, pasir dan bebatuan adalah hambatan dalam menuju arah kesuksesan. Iringi setiap langkah dengan bait-bait doa karena keindahan yang sesungguhnya ialah rasa syukur
Sabtu, 30 Desember 2017
Sabtu, 02 Desember 2017
Arah pengharapan
Bagaimana jika aku sudah kalah dalam dunia ini
Ragaku sudah tak mampu menopang beratnya beban yang Kau limpahkan di punggungku
Rasanya letih, sampai ke tulang ini ngilu jika harus bersapa lagi dengan esok hari
Dengan penuh tekanan dan emosi, tiap kali kubuka mata dan langkah kaki
Aku harus berpura-pura, seolah akulah yang jadi malaikat
Demi seucap kata semangat dan harapan semu yang hendak bisa di dapat
Aku..
Harus bagaimana, harus berbuat apa
Jalan yang ku gapai seolah tertutup rapat oleh genangan kesalahan
Yang membuatku terjebak dan tak bisa lagi keluar meski terus merangak
Aku..
Menerima segala takdir yang Kau berikan ini tuhan
Kurelakan semua impian hilang demi satu, dua senyuman
Tapi ijinkan aku meminta satu saja permohonan
Kala mata ini terttup nanti
Biarkan perjuangan ini bisa menjadi bukti dan bahagia yang selama ini mereka nanti
Ragaku sudah tak mampu menopang beratnya beban yang Kau limpahkan di punggungku
Rasanya letih, sampai ke tulang ini ngilu jika harus bersapa lagi dengan esok hari
Dengan penuh tekanan dan emosi, tiap kali kubuka mata dan langkah kaki
Aku harus berpura-pura, seolah akulah yang jadi malaikat
Demi seucap kata semangat dan harapan semu yang hendak bisa di dapat
Aku..
Harus bagaimana, harus berbuat apa
Jalan yang ku gapai seolah tertutup rapat oleh genangan kesalahan
Yang membuatku terjebak dan tak bisa lagi keluar meski terus merangak
Aku..
Menerima segala takdir yang Kau berikan ini tuhan
Kurelakan semua impian hilang demi satu, dua senyuman
Tapi ijinkan aku meminta satu saja permohonan
Kala mata ini terttup nanti
Biarkan perjuangan ini bisa menjadi bukti dan bahagia yang selama ini mereka nanti
Class story
Pada sebuah hubungan pertemanan, kenapa begitu indah. Seakan langit dan bumi menyelimuti kami agar tetap hangat, tetap nyaman dalam ikatan ini. Kebersamaan yang kami bangun tak bisa tergantikan posisi nya oleh siapa pun. Entah karena hal apa, dia yang selalu punya cerita untuk tertuliskan dalam diary kenangan. Hingga suatu saat pasti sangat berat untuk dilupakan.
Ini adalah masa dimana aku masih duduk di bangku kuliah. Saat itu tak satupun orang yang ku kenal dalam kelas. Tiap hari ku jalani layaknya seorang mahasiswa lainya, masuk kelas, dengerin ceramah dosen, presentasi, kerjain tugas.. ya mungkin sama lah dengan anak-anak lain.
Lambat laun kedekatan antar teman aku jalin dari saling sapa dan pendekatan lewat sering nya ngobrol bersama. Aku juga lumayan aktif sih dalam menjalain hubungan kala dapat tugas berkelompok. Ya sesuai keahlianku, aku sering jadi pembawa materi karena menurutku itu cocok dengan karakterku.
Seneng sekali rasanya punya teman yang solid dan kompak itu, bahkan sampai untuk tiap ujian kami sering sharing jawaban. Dilain itu kami juga sering hangout bareng-bareng. Makan, jalan, liburan.. yah dari situlah awal kisah kedamaian yang menyelimuti ku muncul, seakan bahwa aku di kelilingi malaikat-malaikat baik.
Kebanyakan teman-teman dekatku itu free (alias jomblo) sama lah kaya aku. Oleh karena itu kami bisa kompak ngobrol, main dll. Setelah beberapa bulan kami menjalin squad alias gengster (terlalu horor) anggap aja kelompok belajar biar enak. Aku merasa ada sesuatu yang sedikit mulai berbeda. Entah itu alasan dan awalnya dari mana. Karena yang ku rasa ini bener-bener bisa membuatku hampir gila (lebay)
Dilema dalam diamku menyembunyikan hal yang sesungguhnya aku tak mampu menopang nya. Aku kira ini hal wajar seperti layak nya seseorang yang kagum terhadap lawan jenisnya. Tapi setelah lama dan samakin lama rasa ini kenapa mulai mendalam. Seakan aku tak mampu untuk bertemu ataupun menatap wajahnya. Keringat dingin dan gemetar selalu menggoyahkan hembusan nafasku. Perasaan apa ini sebenarnya. Apa benar aku jatuh cinta? Dengan teman ku sendiri?
Hari-hari ku kini berada dalam keraguan diantara kepastian. Yang dulunya masuk kampus hanya ingin ketemu ibu-ibu dosen, kini alur niatku berkelok pada seseorang yang mematahkan sayap bebasku. Entah dengan sihir apa ia mengikat, sebuah kata pun juga tak terucap. Tapi rasaku terus tertancap hebat.
Sungguh mungkin inilah yang dinamakan the power of heart. Tiba-tiba dan tanpa diduga, datang tidak diundang, masuk juga tanpa mengetuk. Nggah habis fikir semua ini akan terjadi padaku. Hingga terjatuh dalam kenyamanan pertemanan dan hanya mampu diam tak berani mengungkapkan
Minggu, 22 Oktober 2017
LUKA YANG TERPENDAM
Aku yang kelam
Tenggelam pada putusnya harapan
Mati tanpa perasaan
Karna hati ini tlah kau patahkan
Ribuan kali kata maaf kau ucapkan
Ribuan kali duri terus kau tancapkan
Air mata jatuh tanpa terasa
Kala kulihat cinta yang mulai dusta
Pada apa yang dahulu kita jaga
Janji bersama untuk selamanya
Kini.. palsu jadi untaian buaya
Aku tau bersamaku adalah derita
Dan bersamanya itu bahagia
Kuharap tak akan ada lagi cerita
Tentang pertemuan atau perpisahan
Tentang goresan dan sayatan
Terhadap luka yang lama terpendam
Tenggelam pada putusnya harapan
Mati tanpa perasaan
Karna hati ini tlah kau patahkan
Ribuan kali kata maaf kau ucapkan
Ribuan kali duri terus kau tancapkan
Air mata jatuh tanpa terasa
Kala kulihat cinta yang mulai dusta
Pada apa yang dahulu kita jaga
Janji bersama untuk selamanya
Kini.. palsu jadi untaian buaya
Aku tau bersamaku adalah derita
Dan bersamanya itu bahagia
Kuharap tak akan ada lagi cerita
Tentang pertemuan atau perpisahan
Tentang goresan dan sayatan
Terhadap luka yang lama terpendam
AMARAH
Bagai yang tak bernyawa hidup
Dan mati yang ber rasa
Mati ku terpaku, Diam tak melangkah
Bagai awal mula sebuah kisah
Kau coretkan tinta pada luka yang salah
Resah galau dan gelisah
Menyelimutiku hingga terkapar dan kalah
Kau..
Memeluku hangat dan perlahan
Lalu menusuk ku sedalam cinta yang kau tanam
Pergilah sejauh mata ini tak bisa melihatmu bahagia
Dengan pria penggoda yang selama ini kau puja
Biarkan aku tetap disini menjaga kubangan duka yang membara
Minggu, 27 Agustus 2017
makalah hati
Yang hanya berbekal kertas dan pena
Yang tak bisa merubah riuh dunia
Dan terbenam pada fantasi aksara maya
Pada sebuah bab yang tertumpah ruah oleh ceceran hati dalam gelisah, dan di dasari oleh teori -teori cinta yang entah itu benar atau salah.
Dengan segala hormat dan kasih sayang,
aku.. seseorang pemendam rasa karena tak bisa menghadirkan kata pengantar rindu yang sia-sia, ku tuliskan ribuan logika dalam rangkuman daftar isi hati yang tak berarti.
Benarkah aku ini hanya berpijak pada tujuan masalah yang tak berpenghujung, ataukah aku ini terbelenggu oleh rumusan masalah yang membendung.
Dari godaan cinta sana sini yang tiada henti, semua hanya datang dan pergi silih berganti.
Taukah bila harus ku cermati dengan teliti, ada satu orang dimana dia adalah hal yang tak bisa ku benci..
Ingin tau kenapa,.??
Entah.. tapi kuharap pasti, dia akan menjadi sebuah penutup dari kisah ini. Hingga tiada lagi saran untuk ku tetap berlari mengejar mimpi. Dan menjadi kesimpulan untuk ku memilih pelabuhan hati~
Minggu, 16 Juli 2017
KEMBALIMU
Senja termenung pada langit sore yang layu
Mengisyaratkan duka yang menyelimuti kalbu
Merubah lengkungan kecil di bibir tawa
Membenamkan suka dalam sekejap saja
.
..
Seakan dunia terhenti dengan tiba tiba
Semua mata mulai terpana pada arah pandang yang sama
Mereka melihat rintikan air mata
Dan juga jeritan, dari seorang anak yang kehilangan ibu kandungnya
.
..
Dalam hati kecil mulai bertanya
Apa kalian buta....????
Apa kalian mati rasa...????
Apa kalian takut dengan darah dan luka..????
.
..
Roda, besi, baja...
Apa salah ibunda
Hingga sepintas kau ambil nyawa dari tubuh yang tak berdaya
.
..
Entah kenapa tubuh ini mulai bergetar hebat
Melihatnya yang mulai dingin dan memucat
Tangan nya mulai menggenggam dengan erat
Seakan datang dariNya dua malaikat
.
..
Penyesalan mulai meranjak pada puncak
Ketika semua terlepas oleh kehendak
Dengan pelukan yang mulai tak terlepaskan
Selepas ucapan dari kata mengikhlaskan
.
..
Ibu.. maafkan dosa dari anak bungsu mu..
Sabtu, 08 Juli 2017
HANYA PEMUJA BIASA
Tak pernah kusesali gejolak cinta dalam hati bagiku semua hanya mimpi
bagai dunia yang penuh fantasi
.
.
Aku bertekad dengan bulat bulat
Memendam cinta ini erat - erat
Biar nanti takdir yang menguat
Meski sampai di ahir hayat
.
.
Bersamamu aku derita
Meninggalkanmu aku tak bisa
Entah apa yang harus ku baca
Dari kata sudah habis bahasa
Hanya tinggalkan titik tanpa koma
.
.
Bisikan riuh terdengar samar
Semakin jauh ku mengejar
Semakin jauh kau menghindar
Tetap., Semua tanpa ku fikir sadar
.
.
Bagimu aku bukan siapa-siapa
Hanya orang yang di pandang sebelah mata
Hanya pemuja dan tak tahu balasnya
Tapi. .
Bagiku kau segalanya..
Selasa, 09 Mei 2017
PUJANGGA JATUH CINTA
Kamu.. malaikat tak bersayapku
Kamu.. mengisyaratkan dan mencuri perhatianku
Kamu.. satu satunya alasan mengapa aku merindu
Dan Kamu.. seseorang yang tak bisa hilang dari ingatanku
Entah kaki ini harus berpijak pada jalan yang mana
Hingga saat ini kebimbangan masih menjadi faktor utama
Bagaimana cara menentukan tujuan untuk kita melangkah bersama
Sedang kau hanya mahluk yang ku puja dan tak tahu balas nya
Berfikir ku lebih hebat ketika kau mulai perlahan mendekat
Tak tahu apa makna yang sebenarnya tersirat
Apa mungkin itu hanya sebuah firasat
Dari sekian perhatian yang selama ini aku dapat
Kenapa..
Begitu sulit nya untuk mengutarakan perasaan
Begitu enggan nya hati untuk terucapkan lisan
Lalu.. sampai kapan??
Sampai kapan kisah ini akan terpendam
Terpendam dan semakin mendalam
Jumat, 24 Maret 2017
AKU DAN AIR MATA
Malam yang larut dalam keheningan
Membuatku ingat pada seseorang
Yang telah lama hilang
Pada arah liku kehidupan
yang tak sejalan
Mulai resah ku pada keinginan
Melihat sepintas raut wajah yang terkenang
Berharap mendapat sedikit rasa senang
Meski ku tau semua itu adalah kebohongan
Perlahan dan pasti..
Mulai ku lihat kisah dahulu yang tlah mati
Serambi debar dalam dada yang sangat hebat
Berpadu antara rindu dan benci yang begitu kuat
Mulai sedikit kuhela nafas kecil
Yang tiba-tiba menyesakan dada
Hingga meraba sampai ke paru jiwa
Tak terasa..
Butiran air mata..
Jatuh hingga tak kusangka..
Kuteguhkan sedih hati ini..
Pada janji-janji yang kubunuh sendiri..
Hingga suatu hari nanti..
Kutemukan kau sang pengganti..
Membuatku ingat pada seseorang
Yang telah lama hilang
Pada arah liku kehidupan
yang tak sejalan
Mulai resah ku pada keinginan
Melihat sepintas raut wajah yang terkenang
Berharap mendapat sedikit rasa senang
Meski ku tau semua itu adalah kebohongan
Perlahan dan pasti..
Mulai ku lihat kisah dahulu yang tlah mati
Serambi debar dalam dada yang sangat hebat
Berpadu antara rindu dan benci yang begitu kuat
Mulai sedikit kuhela nafas kecil
Yang tiba-tiba menyesakan dada
Hingga meraba sampai ke paru jiwa
Tak terasa..
Butiran air mata..
Jatuh hingga tak kusangka..
Kuteguhkan sedih hati ini..
Pada janji-janji yang kubunuh sendiri..
Hingga suatu hari nanti..
Kutemukan kau sang pengganti..
Minggu, 19 Maret 2017
TULISAN KECIL
Harusnya kau mati dalam kehidupan
Bukan dalam kenangan
Karena..
Saat melihatmu dalam bayangan
Hati ini seakan mati perlahan
Bukan maksud diri ini menelusuri
rasa yang telah tiada
Hanya mengungkap lewat lantunan kata
Bahwa aku telah terjaga
Jalan kemarin memang panjang
Hingga saat ku menoleh ke belakang
Tak tampak apa yang aku pandang
Mengerikan..
Saat ku mulai bersamamu terbang bebas
Saat itu kau mulai lepaskan nafas
Yang membuatku terikat
Yang membuatku terjerat
Seperti halnya ku terjebak
Pada skenario hidup yang kubuat
Aku sudah lupa..
Lupa dari mana harus ku awali cerita bahagia..
Karena untuk soal cinta
Semua telah kureda hingga tak ada kata
Seperti himpunan dalam logika matematika
Jika terdiri dari nol maka jumlahnya tak hingga
Dan meskipun itu bilangan satu
Biarlah aku dan tuhan yang tau
Kenyamanan yang kudapat saat ini
Tak akan sama seperti dulu lagi
Di dalam nya tak ada harapan
Kecenderungan terhadap seseorang
Dalam hal ini..
Bukan karena aku tak sanggup mendapatkan
Tapi karena takut untuk kehilangan
Melodi pada rima yang terpendam
Masih saja mengingatkan
Untuku menuliskan isi perasaan
Sajak yang terurai acak
Pada bait yang terfahami sulit
Inilah goresan kisah..
Yang ku wujudkan pada
Mata pena tak bertinta
Bukan dalam kenangan
Karena..
Saat melihatmu dalam bayangan
Hati ini seakan mati perlahan
Bukan maksud diri ini menelusuri
rasa yang telah tiada
Hanya mengungkap lewat lantunan kata
Bahwa aku telah terjaga
Jalan kemarin memang panjang
Hingga saat ku menoleh ke belakang
Tak tampak apa yang aku pandang
Mengerikan..
Saat ku mulai bersamamu terbang bebas
Saat itu kau mulai lepaskan nafas
Yang membuatku terikat
Yang membuatku terjerat
Seperti halnya ku terjebak
Pada skenario hidup yang kubuat
Aku sudah lupa..
Lupa dari mana harus ku awali cerita bahagia..
Karena untuk soal cinta
Semua telah kureda hingga tak ada kata
Seperti himpunan dalam logika matematika
Jika terdiri dari nol maka jumlahnya tak hingga
Dan meskipun itu bilangan satu
Biarlah aku dan tuhan yang tau
Kenyamanan yang kudapat saat ini
Tak akan sama seperti dulu lagi
Di dalam nya tak ada harapan
Kecenderungan terhadap seseorang
Dalam hal ini..
Bukan karena aku tak sanggup mendapatkan
Tapi karena takut untuk kehilangan
Melodi pada rima yang terpendam
Masih saja mengingatkan
Untuku menuliskan isi perasaan
Sajak yang terurai acak
Pada bait yang terfahami sulit
Inilah goresan kisah..
Yang ku wujudkan pada
Mata pena tak bertinta
Senin, 13 Maret 2017
CINTA DALAM DIAM
Pernah ku rasakan indah surga pada dunia. Di kala kali pertama melihat tatapan matanya, memancarkan sinar terang sampai ke dalam lubuk hati sana. Arah ku tak tergoyah sedikit pun ketika pandang ku terpana pancaran pesonanya. Melihatnya, mendengarnya, memperhatikan setiap apa yang ia lakukan. Debar dada ini semakin menggebu ketika nafas tak sejalan dengan fikiran yang melayang entah kemana dan apa yang terbayangkan.
Kesempurnaan yang aku lihat begitu nyata pada sosok yang tak pernah aku kira sebelumnya. Dia.. malaikat tak bersayap, telah tiba.. turun dari singgasana nya dengan tiba-tiba. Dan terjatuh.. tepat.. tepat pada hati ini yang tlah mendambakan kehadirannya.
Entah apa yang harus aku lakukan setelah ku mulai mengenal dirinya. Aku tak pernah mengira semua akan berubah seketika hanya dari tatapan pertama. Aku hanya mencoba sebiasa mungkin dengan keadaan, seperti tanpa ku pernah menaruh hati dalam kegilaan ini. Tersenyum sendiri dalam bahagia kala terbayang ia yang menghantui tiap-tiap langkah ku berjalan.
Saat ini, esok, nusa..
Hari dan hari seperti ini, seperti ku terdiam terpenjara dalam rasa yang ku rangkai sendiri. Hati yang terus menunjukan gejolak rasa tanpa henti mengalir sejalan dengan darah. Tak pernah kubuat semua berbeda ketika ku di hadapannya, tapi sebenarnya tak kuasa semua ini jika terus ku sembunyi dalam gelap mata hati. Seolah aku hanya seseorang yang tak pernah peduli akan siapa dia. Tetapi pada kenyatan, akulah yang setiap hari terus memandangi nya.. memperhatikan setiap tingkah nya.. yang tiap hari menahan perasaan untuk tetap melihatnya tersenyum bahagia.
Oh tuhan. Ini kah yang di sebut cinta??
Semua rasa ini tak sanggup ku bendung lagi, ketika tiap kebersamaan membuat cerita cerita hingga membunuh ku dalam perasaan yang semakin mendalam. Ingin ku mendekap nya untuk sekali saja, dan ku bisikan kata bahwa aku mencintainya, menyayanginya, dan jangan pernah meninggalkan ku pada kesendirian lagi untuk selamanya..
Senin, 06 Maret 2017
JATUH DALAM KENYAMANAN
Aku tak mengerti apa yang ku rasa
Saat semua terlelah dan mulai berbeda
Saat semua kembali pada arti fana
Tak ada lagi bahagia dalam dada
Hari demi hari yang telah sepi
Kau datang dengan berjuta mimpi
Menghiasi suram nya lubuk hati
Tak pernah ku sangka semua ini terjadi
Aku yang terlalu jauh dalam kegelapan
Telah tersesatkan oleh hampa nya perasaan
Dan mungkin tak akan bisa kembali pulang
Karena tlah pergi menjauh tertiup palsu nya harapan
Di kala semua tak bisa untuk dipungkiri
Seseorang tlah tiba mengisi hari-hari
Menawarkan senyuman indah pelangi
Yang sedikit demi sedikit tertanam pada memory
Dalam hati ini selalu bertanya. .
Siapa engkau disana? ? . .
Kenapa langkahmu bisa masuk kedalam tanpa adanya ketukan? ? . .
Bagaimana bisa kau membingkai luka dari kepingan hati yang tlah lara? ? . .
Kini di tiap saat ku tak bisa sendiri lagi
Kegilaan yang kau buat untuk bisa ku berdiri
Hingga terbangunkan ku dari nyata nya mimpi
Canda tawa ceriamu juga tak bisa berhenti
Menghiasi karang yang terpatahkan oleh api
Melintas dan merusak tenang nya dalam hati
Berjuta teori tak dapat membuktikan
Untuk melihat dalam nya perasaan
Dan oleh sebab itu.. biarlah..
Biarlah semua berjalan pada jalan yang tlah ditentukan
Akan tetapi..
Semua tak akan ku sangkal lagi..
Mengapa kutuliskan cerita ini..
Mengapa kurangkai bait-bait puisi..
Karena aku telah terjatuh..
Jatuh pada kenyamanan yang kau beri..
Saat semua terlelah dan mulai berbeda
Saat semua kembali pada arti fana
Tak ada lagi bahagia dalam dada
Hari demi hari yang telah sepi
Kau datang dengan berjuta mimpi
Menghiasi suram nya lubuk hati
Tak pernah ku sangka semua ini terjadi
Aku yang terlalu jauh dalam kegelapan
Telah tersesatkan oleh hampa nya perasaan
Dan mungkin tak akan bisa kembali pulang
Karena tlah pergi menjauh tertiup palsu nya harapan
Di kala semua tak bisa untuk dipungkiri
Seseorang tlah tiba mengisi hari-hari
Menawarkan senyuman indah pelangi
Yang sedikit demi sedikit tertanam pada memory
Dalam hati ini selalu bertanya. .
Siapa engkau disana? ? . .
Kenapa langkahmu bisa masuk kedalam tanpa adanya ketukan? ? . .
Bagaimana bisa kau membingkai luka dari kepingan hati yang tlah lara? ? . .
Kini di tiap saat ku tak bisa sendiri lagi
Kegilaan yang kau buat untuk bisa ku berdiri
Hingga terbangunkan ku dari nyata nya mimpi
Canda tawa ceriamu juga tak bisa berhenti
Menghiasi karang yang terpatahkan oleh api
Melintas dan merusak tenang nya dalam hati
Berjuta teori tak dapat membuktikan
Untuk melihat dalam nya perasaan
Dan oleh sebab itu.. biarlah..
Biarlah semua berjalan pada jalan yang tlah ditentukan
Akan tetapi..
Semua tak akan ku sangkal lagi..
Mengapa kutuliskan cerita ini..
Mengapa kurangkai bait-bait puisi..
Karena aku telah terjatuh..
Jatuh pada kenyamanan yang kau beri..
Rabu, 01 Maret 2017
SETELAH USAINYA KISAH
Tiap malam ku takut..
Takut dimana bayangmu yang selalau menghantui mimpi-mimpi yang tak bertepi ini
Hingga rasa nya tak ingin ku terpejam meski sesaat
Sedikit terlintas sudah membuatku gila,
ya.. lebih gila dari yang terlihat mata
Otak ku yang tak bisa berhenti mengenang indah raut wajah itu
Bahkan sang waktu tetap tak lepaskan namamu
Kulukiskan senyuman yang menghanyutkan rapuhnya hati
Pada tingkah Canda tawa mu yang tak kan terganti
Menatap wajahmu, mendengar suaramu
Membunuhku pada ingatan masa lalu
Ku ungkap isi hati ini yang tak tersirat
ku tuliskan puisi tak bersajak singkat
ku nyanyikan rinduku pada suara yang tak bernada
Inilah caraku mengungkap semua rasa dalam alunan duka
Hadirmu yang tak pernah bisa aku hadapi
Pergimu pun tak mampu ku halangi
Datangmu memberi ribuan harapan pasti
Dan kini kau tinggalkan aku mati sendiri disini
Ingin sesekali menghubungi kala rindu itu datang
Tapi tak mampu lupakan saat aku kau buang
Menghadapimu tak pernah ku bisa
Meninggalkanmu aku tak berdaya
Terkadang aku merenung dan meresapi apa salah diri ini
Mungkinkah kau yang disana pernah mengingatku meski sekali
Kini jalanku terjerat pada hati yang kau ikat
Terpaku terdiam pada usai nya kisah yang tak singkat
Entah sampai kapan..
Kutuangkan sesal dan harapan
Mungkin aku akan menunggu
Menunggu hingga kau pulang...
Selasa, 28 Februari 2017
FIRST LOVE
Tentang cinta pertama..
Sewaktu aku kecil selalu bermimpi jika suatu hari nanti akan ada seorang bidadari turun dari langit dengan sejuta keindahannya menjemputdan membawa ku pergi bersamanya ke alam khayangan. Sama seperti mimpi-mimpi anak kecil yang lain dalam hayalannya, tiap saat terlintas dalam fikiran ini kapan waktu itu akan benar-benar tiba. Bagaikan cerita film dalam skenario nya penuh dengan cerita cinta dalam kebahagiaan yang menyelimutinya.
Selalu terbayang dalam angan wanita pujaan, dengan rambut nya yang terurai panjang juga parasnya yang cantik dan menawan. Mengenakan gaun putih beraroma kan cinta bagai sang putri di kerajaan. Wajah nya yang tersipu malu saat saling menatap mata, tingkah nya yang anggun, juga suara nya yang bisa menggetarkan seluruh jiwa.
Angka 17 selalu kunanti dalam hidup, dalam benak ini penuh dengan tanda tanya yang tiada seorangpun bisa menjawabnya. Benarkah itu terjadi? Nyatakah hayalan ini?
Hingga suatu ketika aku yang mulai beranjak dewasa ini bertemu dengan banyak sekali wanita. Namun tidak sama, semua yang hadir hanyalah sementara dan sekali lagi tidak seperti yang selama ini aku selalu hayalkan. Sempat aku kecewa pada seorang dambaan dalam hayalan Kenapa? Kenapa tak seperti dalam mimpi-mimpiku? Apa semua itu hanya angan saja? sampai suatu ketika kutemukan kerasnya hati ini dalam kematian yang aku sebut dengan hati "ankara murka" yaitu kebencian pada diri sendiri. dan waktu pun terus lah bejalan tak pernah perdulikan hati yang mati dalam penantian dan harapan.
Aku mulai masuk SMK waktu itu akan tetapi masih sama, sama pada kesendirianku di masa-masa sebelumnya. Hanya berjalan pada rasa hati yang kecewa dengan mimpi yang tak pernah nyata. Sampai tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya, aku sudah kelas 2 dan tak ada yang berubah sedikitpun pada cerita ini. Ku terima jalan hidupku dan ku lanjutkan hari-hari ini yang semakin mendekati angka yang ku benci.
Suatu ketika seorang sahabat yang dekat nya sampai aku rasa sebagai saudara, Ia menyarankan untuk mendekati seorang wanita. Agak aneh sih anak nya, pendiam, polos, tak pandai bergaul dengan teman dan sering menyendiri jika tidak ada teman dekatnya. Pada suatu malam aku yang mulai penasaran ini memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat yang aku rasa itu bahasa sekarang "Modus". Awalnya sih hanya iseng nanyain pelajaran besok, padahal semua pelajaran besok sudah beres di dalam ransel.
Berawal dari sebuah chat sms itulah kisah hidup baru ku dimulai, hingga sampai malam pukul 12 mata ku tak bisa untuk terpejam. bayangan yang terlintas pada fikiran ku terlalu banyak dan melayang-layang. Hari berganti esok dan seterus nya, aku dan dia yang semakin hari semakin dekat membuat nada-nada kehidupan sedikit berbeda. Entah apa yang mendekatkan kami sampai rasa saling nyaman itu membalut antara dua hati yang kosong. tak bisa ku cerna akal sehat semua kejadian tanpa ada perkiraan ini.
Hari-hari yang penuh senyuman, penuh canda tawa yang menghias tanpa adanya lagi kepalsuan. Memandangnya, Menyentuhnya, Bersamanya hingga aku terlupa pada gelapnya kematian di masa kelam. Ia yang mulai resah dan mempertanyakan kedekatan ini karena banyaknya orang yang tak mengerti hubungan ini. Tak bisa aku menjawabnya saat dalam hati ini belum penuh dalam keyakinan. "SABAR" ya kata itu lah yang aku ucapkan saat semua keadaan tak seperti yang aku kira.
Pada suatu malam tepat di tanggal 26 september 2012 yang mana pada hari itu usia ku berada pada angka 17 yang selama ini sangat aku takuti, kuberanikan diri mengajaknya jalan di sebuah taman kota. Ditengah sayupnya angin malam, di bawah sejuk nya pohon yang rindang, penuh dengan alunan debar suara detak jantung, ketika aku mulai menatap indah bola matanya dan kugenggang hangat tangan nya. Perlahan dan yakin ku ungkap semua yang ada dalam lubuk hati ini paling dalam. Tak banyak kata yang terucap tapi penuh makna yang sangat melekat. Tanpa fikir panjang karena selama ini kami saling menunggu datang nya hari ini, Ia pun yang dengan sedikit malu nya mengangguk kan kepalanya yang berarti "IYA".
Antara nyata dan fana saat itu yang terlintas ketika ku ingat mimpi-mimpi ku di waktu kecil. Benarkah semua ini? Engkau kirim kan seorang bidadari tapat pada usia ku saat ini. Apa ini mimpi? "tidak" ini sungguh nyata. Tak bisa ku ungkap seberapa besar rasa yang ada di dalam dada, bahkan jika kuteriakkan nafasku tak kan bisa melampiaskannya, hanya satu kata "bahagia" yang mampu menggambarkan seluruh isi jiwa. Ini kah cinta? rasa yang begitu hebat, kedamaian yang begitu hangat, serasa membawa ku terbang bersama jutaan peri kecil pada indahnya warna pelangi.
Terima kasih, telah menjadi Bidadari impian ku selama ini. seseorang kado teristimewa yang pernah ku dapatkan, cinta mu dan kisah ini tak akan pernah hilang. itulah janji pertama dan yang akan membawaku kembali kemanapun aku akan pergi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Ibu
bu, aku punya cerita kepadamu Tentang anak mu yang dulu manis dan lucu itu Kini sudah besar dan tumbuh dewasa . . Ibu, anak mu s...

