Yang hanya berbekal kertas dan pena
Yang tak bisa merubah riuh dunia
Dan terbenam pada fantasi aksara maya
Pada sebuah bab yang tertumpah ruah oleh ceceran hati dalam gelisah, dan di dasari oleh teori -teori cinta yang entah itu benar atau salah.
Dengan segala hormat dan kasih sayang,
aku.. seseorang pemendam rasa karena tak bisa menghadirkan kata pengantar rindu yang sia-sia, ku tuliskan ribuan logika dalam rangkuman daftar isi hati yang tak berarti.
Benarkah aku ini hanya berpijak pada tujuan masalah yang tak berpenghujung, ataukah aku ini terbelenggu oleh rumusan masalah yang membendung.
Dari godaan cinta sana sini yang tiada henti, semua hanya datang dan pergi silih berganti.
Taukah bila harus ku cermati dengan teliti, ada satu orang dimana dia adalah hal yang tak bisa ku benci..
Ingin tau kenapa,.??
Entah.. tapi kuharap pasti, dia akan menjadi sebuah penutup dari kisah ini. Hingga tiada lagi saran untuk ku tetap berlari mengejar mimpi. Dan menjadi kesimpulan untuk ku memilih pelabuhan hati~
