Sabtu, 30 Desember 2017

Friendzone

Hallo..
Para pejuang friendzone.,

Yang katanya deket, tapi liat wajahnya aja pucet

Yang katanya sahabatan, tapi do'i milik teman

Sekedar butuh rasa nyaman. Tapi mengharukan

Menuai kisah dramatis, namun tragis

Penuh dengan rasa bahagia, meskipun itu iba



Loe sadar nggak sih guys, pundak loe itu nyaman.

Kalau di ibaratin itu seperti taman..

Yaa.. taman bunga yang sedang bermekaran.

indah, wangi, warna warni menghias hati yang sedang tersakiti.

Semua orang tau, keindahan itu adalah tempat melepas kegundahan. Dan nyatanya benar.,

Tapi loe salah besar guys, memang yang namanya sebuah keindahan mata itu memang mengesankan, tapi mudah membosankan.

Kenapa??

Karena sifatnya hanya sementara..

Dan loe tau kemana arah pergi nya setelah bosan.

Ya.. rumah, seburuk dan sekotor apapun tempat itu,Dia pasti akan pulang. .

Karena dia tau mana tempat sebenarnya melepas lelah, bukan menanbah masalah

Itulah nasibmu guys sebagai tempat sandaran ternyaman, tempat melepas intan permata kapal setelah mereka lelah dari badai samudra..

Gua terharu guys liat mereka para pemuja rahasia. Punya rasa namun tak bisa apa-apa. Lebih dari sekedar teman tapi tanpa kepastian. Memendam harapan tapi tak ternyatakan.
Katanya cinta itu perlu pengorbanan,.
Iya. . Berkorban aja terus ,.
Sampai cucunya ikut beruban..

Sabtu, 02 Desember 2017

Arah pengharapan

Bagaimana jika aku sudah kalah dalam dunia ini
Ragaku sudah tak mampu menopang beratnya beban yang Kau limpahkan di punggungku
Rasanya letih, sampai ke tulang ini ngilu jika harus bersapa lagi dengan esok hari
Dengan penuh tekanan dan emosi, tiap kali kubuka mata dan langkah kaki
Aku harus berpura-pura, seolah akulah yang jadi malaikat
Demi seucap kata semangat dan harapan semu yang hendak bisa di dapat

Aku..
Harus bagaimana, harus berbuat apa
Jalan yang ku gapai seolah tertutup rapat oleh genangan kesalahan
Yang membuatku terjebak dan tak bisa lagi keluar meski terus merangak

Aku..
Menerima segala takdir yang Kau berikan ini tuhan
Kurelakan semua impian hilang demi satu, dua senyuman
Tapi ijinkan aku meminta satu saja permohonan
Kala mata ini terttup nanti
Biarkan perjuangan ini bisa menjadi bukti dan bahagia yang selama ini mereka nanti

Class story

Pada sebuah hubungan pertemanan, kenapa begitu indah. Seakan langit dan bumi menyelimuti kami agar tetap hangat, tetap nyaman dalam ikatan ini. Kebersamaan yang kami bangun tak bisa tergantikan posisi nya oleh siapa pun. Entah karena hal apa, dia yang selalu punya cerita untuk tertuliskan dalam diary kenangan. Hingga suatu saat pasti sangat berat untuk dilupakan.

Ini adalah masa dimana aku masih duduk di bangku kuliah. Saat itu tak satupun orang yang ku kenal dalam kelas. Tiap hari ku jalani layaknya seorang mahasiswa lainya, masuk kelas, dengerin ceramah dosen, presentasi, kerjain tugas.. ya mungkin sama lah dengan anak-anak lain. 

Lambat laun kedekatan antar teman aku jalin dari saling sapa dan pendekatan lewat sering nya ngobrol bersama. Aku juga lumayan aktif sih dalam menjalain hubungan kala dapat tugas berkelompok. Ya sesuai keahlianku, aku sering jadi pembawa materi karena menurutku itu cocok dengan karakterku. 

Seneng sekali rasanya punya teman yang solid dan kompak itu, bahkan sampai untuk tiap ujian kami sering sharing jawaban. Dilain itu kami juga sering hangout bareng-bareng. Makan, jalan, liburan.. yah dari situlah awal kisah kedamaian yang menyelimuti ku muncul, seakan bahwa aku di kelilingi malaikat-malaikat baik. 

Kebanyakan  teman-teman dekatku itu free (alias jomblo) sama lah kaya aku. Oleh karena itu kami bisa kompak ngobrol, main dll. Setelah beberapa bulan kami menjalin squad alias gengster (terlalu horor) anggap aja kelompok belajar biar enak. Aku merasa ada sesuatu yang sedikit mulai berbeda. Entah itu alasan dan awalnya dari mana. Karena yang ku rasa ini bener-bener bisa membuatku hampir gila (lebay)

Dilema dalam diamku menyembunyikan hal yang sesungguhnya aku tak mampu menopang nya. Aku kira ini hal wajar seperti layak nya seseorang yang kagum terhadap lawan jenisnya. Tapi setelah lama dan samakin lama rasa ini kenapa mulai mendalam. Seakan aku tak mampu untuk bertemu ataupun menatap wajahnya. Keringat dingin dan gemetar selalu menggoyahkan hembusan nafasku. Perasaan apa ini sebenarnya. Apa benar aku jatuh cinta? Dengan teman ku sendiri?

Hari-hari ku kini berada dalam keraguan diantara kepastian. Yang dulunya masuk kampus hanya ingin ketemu ibu-ibu dosen, kini alur niatku berkelok pada seseorang yang mematahkan sayap bebasku. Entah dengan sihir apa ia mengikat, sebuah kata pun juga tak terucap. Tapi rasaku terus tertancap hebat. 

Sungguh mungkin inilah yang dinamakan the power of heart. Tiba-tiba dan tanpa diduga, datang tidak diundang, masuk juga tanpa mengetuk. Nggah habis fikir semua ini akan terjadi padaku. Hingga terjatuh dalam kenyamanan pertemanan dan hanya mampu diam tak berani mengungkapkan

Ibu

bu, aku punya cerita kepadamu Tentang anak mu yang dulu manis dan lucu itu Kini sudah besar dan tumbuh dewasa .  .  Ibu, anak mu s...