Harusnya kau mati dalam kehidupan
Bukan dalam kenangan
Karena..
Saat melihatmu dalam bayangan
Hati ini seakan mati perlahan
Bukan maksud diri ini menelusuri
rasa yang telah tiada
Hanya mengungkap lewat lantunan kata
Bahwa aku telah terjaga
Jalan kemarin memang panjang
Hingga saat ku menoleh ke belakang
Tak tampak apa yang aku pandang
Mengerikan..
Saat ku mulai bersamamu terbang bebas
Saat itu kau mulai lepaskan nafas
Yang membuatku terikat
Yang membuatku terjerat
Seperti halnya ku terjebak
Pada skenario hidup yang kubuat
Aku sudah lupa..
Lupa dari mana harus ku awali cerita bahagia..
Karena untuk soal cinta
Semua telah kureda hingga tak ada kata
Seperti himpunan dalam logika matematika
Jika terdiri dari nol maka jumlahnya tak hingga
Dan meskipun itu bilangan satu
Biarlah aku dan tuhan yang tau
Kenyamanan yang kudapat saat ini
Tak akan sama seperti dulu lagi
Di dalam nya tak ada harapan
Kecenderungan terhadap seseorang
Dalam hal ini..
Bukan karena aku tak sanggup mendapatkan
Tapi karena takut untuk kehilangan
Melodi pada rima yang terpendam
Masih saja mengingatkan
Untuku menuliskan isi perasaan
Sajak yang terurai acak
Pada bait yang terfahami sulit
Inilah goresan kisah..
Yang ku wujudkan pada
Mata pena tak bertinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar