Jumat, 24 Maret 2017

AKU DAN AIR MATA

Malam yang larut dalam keheningan
Membuatku ingat pada seseorang
Yang telah lama hilang
Pada arah liku kehidupan
yang tak sejalan

Mulai resah ku pada keinginan
Melihat sepintas raut wajah yang terkenang
Berharap mendapat sedikit rasa senang
Meski  ku tau semua itu adalah kebohongan

Perlahan dan pasti..
Mulai ku lihat kisah dahulu yang tlah mati
Serambi debar dalam dada yang sangat hebat
Berpadu antara rindu dan benci yang begitu kuat

Mulai sedikit kuhela nafas kecil
Yang tiba-tiba menyesakan dada
Hingga meraba sampai ke paru jiwa
Tak terasa..
Butiran air mata..
Jatuh hingga tak kusangka..

Kuteguhkan sedih hati ini..
Pada janji-janji yang kubunuh sendiri..
Hingga suatu hari nanti..
Kutemukan kau sang pengganti..

Minggu, 19 Maret 2017

TULISAN KECIL

Harusnya kau mati dalam kehidupan
Bukan dalam kenangan
Karena..
Saat melihatmu dalam bayangan
Hati ini seakan mati perlahan
Bukan maksud diri ini menelusuri
rasa yang telah tiada
Hanya mengungkap lewat lantunan kata
Bahwa aku telah terjaga

Jalan kemarin memang panjang
Hingga saat ku menoleh ke belakang
Tak tampak apa  yang aku pandang
Mengerikan..
Saat ku mulai bersamamu terbang bebas
Saat itu kau mulai lepaskan nafas
Yang membuatku terikat
Yang membuatku terjerat
Seperti halnya ku terjebak
Pada skenario hidup yang kubuat

Aku sudah lupa..
Lupa dari mana harus ku awali cerita bahagia..
Karena untuk soal cinta
Semua telah kureda hingga tak ada kata
Seperti himpunan dalam logika matematika
Jika terdiri dari nol maka jumlahnya tak hingga
Dan meskipun itu bilangan satu
Biarlah aku dan tuhan yang tau

Kenyamanan yang kudapat saat ini
Tak akan sama seperti dulu lagi
Di dalam nya tak ada harapan
Kecenderungan terhadap seseorang
Dalam hal ini..
Bukan karena aku tak sanggup mendapatkan
Tapi karena takut untuk kehilangan

Melodi pada rima yang terpendam
Masih saja mengingatkan
Untuku menuliskan isi perasaan
Sajak yang terurai acak
Pada bait yang terfahami sulit
Inilah goresan kisah..
Yang ku wujudkan pada
Mata pena tak bertinta

Senin, 13 Maret 2017

CINTA DALAM DIAM

Pernah ku rasakan indah surga pada dunia. Di kala kali pertama melihat tatapan matanya, memancarkan sinar terang sampai ke dalam lubuk hati sana. Arah ku tak tergoyah sedikit pun ketika pandang ku terpana pancaran pesonanya. Melihatnya, mendengarnya, memperhatikan setiap apa yang ia lakukan. Debar dada ini semakin menggebu ketika nafas tak sejalan dengan fikiran yang melayang entah kemana dan apa yang terbayangkan.

Kesempurnaan yang aku lihat begitu nyata pada sosok yang tak pernah aku kira sebelumnya. Dia.. malaikat tak bersayap, telah tiba.. turun dari singgasana nya dengan tiba-tiba. Dan terjatuh.. tepat.. tepat pada hati ini yang tlah mendambakan kehadirannya. 

Entah apa yang harus aku lakukan setelah ku mulai mengenal dirinya. Aku tak pernah mengira semua akan berubah seketika hanya dari tatapan pertama. Aku hanya mencoba sebiasa mungkin dengan keadaan, seperti tanpa ku pernah menaruh hati dalam kegilaan ini. Tersenyum sendiri dalam bahagia kala terbayang ia yang menghantui tiap-tiap langkah ku berjalan. 

Saat ini, esok, nusa.. 
Hari dan hari seperti ini, seperti ku terdiam terpenjara dalam rasa yang ku rangkai sendiri. Hati yang terus menunjukan gejolak rasa tanpa henti mengalir sejalan dengan darah. Tak pernah kubuat semua berbeda ketika ku di hadapannya, tapi sebenarnya tak kuasa semua ini jika terus ku sembunyi dalam gelap mata hati. Seolah aku hanya seseorang yang tak pernah peduli akan siapa dia. Tetapi pada kenyatan, akulah yang setiap hari terus memandangi nya.. memperhatikan setiap tingkah nya.. yang tiap hari menahan perasaan untuk tetap melihatnya tersenyum bahagia.

Oh tuhan. Ini kah yang di sebut cinta??
Semua rasa ini tak sanggup ku bendung lagi, ketika tiap kebersamaan membuat cerita cerita hingga membunuh ku dalam perasaan yang semakin mendalam. Ingin ku mendekap nya untuk sekali saja, dan ku bisikan kata bahwa aku mencintainya, menyayanginya, dan jangan pernah meninggalkan ku pada kesendirian lagi untuk selamanya.. 


Senin, 06 Maret 2017

JATUH DALAM KENYAMANAN

Aku tak mengerti apa yang ku rasa
Saat semua terlelah dan mulai berbeda
Saat semua kembali pada arti fana
Tak ada lagi bahagia dalam dada

Hari demi hari yang telah sepi
Kau datang dengan berjuta mimpi
Menghiasi suram nya lubuk hati
Tak pernah ku sangka semua ini terjadi

Aku yang terlalu jauh dalam kegelapan
Telah tersesatkan oleh hampa nya perasaan
Dan mungkin tak akan bisa kembali pulang
Karena tlah pergi menjauh tertiup palsu nya harapan

Di kala semua tak bisa untuk dipungkiri
Seseorang tlah tiba mengisi hari-hari
Menawarkan senyuman indah pelangi
Yang sedikit demi sedikit tertanam pada memory

Dalam hati ini selalu bertanya. .

Siapa engkau disana? ? . .

Kenapa langkahmu bisa masuk kedalam tanpa adanya ketukan? ? .  .

Bagaimana bisa kau membingkai luka dari kepingan hati yang tlah lara? ? . .

Kini di tiap saat ku tak bisa sendiri lagi
Kegilaan yang kau buat untuk bisa ku berdiri
Hingga terbangunkan ku dari nyata nya mimpi
Canda tawa ceriamu juga tak bisa berhenti
Menghiasi karang yang terpatahkan oleh api
Melintas dan merusak tenang nya dalam hati

Berjuta teori tak dapat membuktikan
Untuk melihat dalam nya perasaan
Dan oleh sebab itu.. biarlah..
Biarlah semua berjalan pada jalan yang tlah ditentukan

Akan tetapi..

Semua tak akan ku sangkal lagi..

Mengapa kutuliskan cerita ini..

Mengapa kurangkai bait-bait puisi..

Karena aku telah terjatuh..

Jatuh pada kenyamanan yang kau beri..


Rabu, 01 Maret 2017

SETELAH USAINYA KISAH

Tiap malam ku takut..
Takut dimana bayangmu yang selalau menghantui mimpi-mimpi yang tak bertepi ini
Hingga rasa nya tak ingin ku terpejam meski sesaat
Sedikit terlintas sudah membuatku gila,
ya.. lebih gila dari yang terlihat mata
Otak ku yang tak bisa berhenti mengenang indah raut wajah itu
Bahkan sang waktu tetap tak lepaskan namamu

Kulukiskan senyuman yang menghanyutkan rapuhnya hati 
Pada tingkah Canda tawa mu yang tak kan terganti
Menatap wajahmu, mendengar suaramu
Membunuhku pada ingatan masa lalu

Ku ungkap isi hati ini yang tak tersirat
ku tuliskan puisi tak bersajak singkat
ku nyanyikan rinduku pada suara yang tak bernada
Inilah caraku mengungkap semua rasa dalam alunan duka 

Hadirmu yang tak pernah bisa aku hadapi
Pergimu pun tak mampu ku halangi
Datangmu memberi ribuan harapan pasti
Dan kini kau tinggalkan aku mati sendiri disini

Ingin sesekali menghubungi kala rindu itu datang
Tapi tak mampu lupakan saat aku kau buang
Menghadapimu tak pernah ku bisa
Meninggalkanmu aku tak berdaya

Terkadang aku merenung dan meresapi apa salah diri ini
Mungkinkah kau yang disana pernah mengingatku meski sekali
Kini jalanku terjerat pada hati yang kau ikat
Terpaku terdiam pada  usai nya kisah yang tak singkat

Entah sampai kapan..
Kutuangkan sesal dan harapan
Mungkin aku akan menunggu
Menunggu hingga kau pulang...

Ibu

bu, aku punya cerita kepadamu Tentang anak mu yang dulu manis dan lucu itu Kini sudah besar dan tumbuh dewasa .  .  Ibu, anak mu s...