Pada sebuah hubungan pertemanan, kenapa begitu indah. Seakan langit dan bumi menyelimuti kami agar tetap hangat, tetap nyaman dalam ikatan ini. Kebersamaan yang kami bangun tak bisa tergantikan posisi nya oleh siapa pun. Entah karena hal apa, dia yang selalu punya cerita untuk tertuliskan dalam diary kenangan. Hingga suatu saat pasti sangat berat untuk dilupakan.
Ini adalah masa dimana aku masih duduk di bangku kuliah. Saat itu tak satupun orang yang ku kenal dalam kelas. Tiap hari ku jalani layaknya seorang mahasiswa lainya, masuk kelas, dengerin ceramah dosen, presentasi, kerjain tugas.. ya mungkin sama lah dengan anak-anak lain.
Lambat laun kedekatan antar teman aku jalin dari saling sapa dan pendekatan lewat sering nya ngobrol bersama. Aku juga lumayan aktif sih dalam menjalain hubungan kala dapat tugas berkelompok. Ya sesuai keahlianku, aku sering jadi pembawa materi karena menurutku itu cocok dengan karakterku.
Seneng sekali rasanya punya teman yang solid dan kompak itu, bahkan sampai untuk tiap ujian kami sering sharing jawaban. Dilain itu kami juga sering hangout bareng-bareng. Makan, jalan, liburan.. yah dari situlah awal kisah kedamaian yang menyelimuti ku muncul, seakan bahwa aku di kelilingi malaikat-malaikat baik.
Kebanyakan teman-teman dekatku itu free (alias jomblo) sama lah kaya aku. Oleh karena itu kami bisa kompak ngobrol, main dll. Setelah beberapa bulan kami menjalin squad alias gengster (terlalu horor) anggap aja kelompok belajar biar enak. Aku merasa ada sesuatu yang sedikit mulai berbeda. Entah itu alasan dan awalnya dari mana. Karena yang ku rasa ini bener-bener bisa membuatku hampir gila (lebay)
Dilema dalam diamku menyembunyikan hal yang sesungguhnya aku tak mampu menopang nya. Aku kira ini hal wajar seperti layak nya seseorang yang kagum terhadap lawan jenisnya. Tapi setelah lama dan samakin lama rasa ini kenapa mulai mendalam. Seakan aku tak mampu untuk bertemu ataupun menatap wajahnya. Keringat dingin dan gemetar selalu menggoyahkan hembusan nafasku. Perasaan apa ini sebenarnya. Apa benar aku jatuh cinta? Dengan teman ku sendiri?
Hari-hari ku kini berada dalam keraguan diantara kepastian. Yang dulunya masuk kampus hanya ingin ketemu ibu-ibu dosen, kini alur niatku berkelok pada seseorang yang mematahkan sayap bebasku. Entah dengan sihir apa ia mengikat, sebuah kata pun juga tak terucap. Tapi rasaku terus tertancap hebat.
Sungguh mungkin inilah yang dinamakan the power of heart. Tiba-tiba dan tanpa diduga, datang tidak diundang, masuk juga tanpa mengetuk. Nggah habis fikir semua ini akan terjadi padaku. Hingga terjatuh dalam kenyamanan pertemanan dan hanya mampu diam tak berani mengungkapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar