Selasa, 28 Februari 2017

FIRST LOVE

Tentang cinta pertama..

Sewaktu aku kecil selalu bermimpi jika suatu hari nanti akan ada seorang bidadari turun dari langit dengan sejuta keindahannya menjemputdan membawa ku pergi bersamanya ke alam khayangan. Sama seperti mimpi-mimpi anak kecil yang lain dalam hayalannya, tiap saat terlintas dalam fikiran ini kapan waktu itu akan benar-benar tiba. Bagaikan cerita film dalam skenario nya penuh dengan cerita cinta dalam kebahagiaan yang menyelimutinya.

Selalu terbayang dalam angan wanita pujaan, dengan rambut nya yang terurai panjang juga parasnya yang cantik dan menawan. Mengenakan gaun putih beraroma kan cinta bagai sang putri di kerajaan. Wajah nya yang tersipu malu saat saling menatap mata, tingkah nya yang anggun, juga suara nya yang bisa menggetarkan seluruh jiwa.

Angka 17 selalu kunanti dalam hidup, dalam benak ini penuh dengan tanda tanya yang tiada seorangpun bisa menjawabnya. Benarkah itu terjadi? Nyatakah hayalan ini? 

Hingga suatu ketika aku yang mulai beranjak dewasa ini bertemu dengan banyak sekali wanita. Namun tidak sama, semua yang hadir hanyalah sementara dan sekali lagi tidak seperti yang selama ini aku selalu hayalkan. Sempat aku kecewa pada seorang dambaan dalam hayalan Kenapa? Kenapa tak seperti dalam mimpi-mimpiku? Apa semua itu hanya angan saja? sampai suatu ketika kutemukan kerasnya hati ini dalam kematian yang aku sebut dengan hati "ankara murka" yaitu kebencian pada diri sendiri. dan waktu pun terus lah bejalan tak pernah perdulikan hati yang mati dalam penantian dan harapan.

Aku mulai masuk SMK waktu itu akan tetapi masih sama, sama pada kesendirianku di masa-masa sebelumnya. Hanya berjalan pada rasa hati yang kecewa dengan mimpi yang tak pernah nyata. Sampai tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya, aku sudah kelas 2 dan tak ada yang berubah sedikitpun pada cerita ini. Ku terima jalan hidupku dan ku lanjutkan hari-hari ini yang semakin mendekati angka yang ku benci. 

Suatu ketika seorang sahabat yang dekat nya sampai aku rasa sebagai saudara, Ia menyarankan untuk mendekati seorang wanita. Agak aneh sih anak nya, pendiam, polos, tak pandai bergaul dengan teman dan sering menyendiri jika tidak ada teman dekatnya. Pada suatu malam aku yang mulai penasaran ini memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat yang aku rasa itu bahasa sekarang "Modus". Awalnya sih hanya iseng nanyain pelajaran besok, padahal semua pelajaran besok sudah beres di dalam ransel.

Berawal dari sebuah chat sms itulah kisah hidup baru ku dimulai, hingga sampai malam pukul 12 mata ku tak bisa untuk terpejam. bayangan yang terlintas pada fikiran ku terlalu banyak dan melayang-layang. Hari berganti esok dan seterus nya, aku dan dia yang semakin hari semakin dekat membuat nada-nada kehidupan sedikit berbeda. Entah apa yang mendekatkan kami sampai rasa saling nyaman itu membalut antara dua hati yang kosong. tak bisa ku cerna akal sehat semua kejadian tanpa ada perkiraan ini.  

Hari-hari yang penuh senyuman, penuh canda tawa yang menghias tanpa adanya lagi kepalsuan. Memandangnya, Menyentuhnya, Bersamanya hingga aku terlupa pada gelapnya kematian di masa kelam. Ia yang mulai resah dan mempertanyakan kedekatan ini karena banyaknya orang yang tak mengerti hubungan ini. Tak bisa aku menjawabnya saat dalam hati ini belum penuh dalam keyakinan. "SABAR" ya kata itu lah yang aku ucapkan saat semua keadaan tak seperti yang aku kira. 

Pada suatu malam tepat di tanggal 26 september 2012 yang mana pada hari itu usia ku berada pada angka 17 yang selama ini sangat aku takuti, kuberanikan diri mengajaknya jalan di sebuah taman kota. Ditengah sayupnya angin malam, di bawah sejuk nya pohon yang rindang, penuh dengan alunan debar suara detak jantung, ketika aku mulai menatap indah bola matanya dan kugenggang hangat tangan nya. Perlahan dan yakin ku ungkap semua yang ada dalam lubuk hati ini paling dalam. Tak banyak kata yang terucap tapi penuh makna yang sangat melekat. Tanpa fikir panjang karena selama ini kami saling menunggu datang nya hari ini, Ia pun yang dengan sedikit malu nya mengangguk kan kepalanya yang berarti "IYA".

Antara nyata dan fana saat itu yang terlintas ketika ku ingat mimpi-mimpi ku di waktu kecil. Benarkah semua ini? Engkau kirim kan seorang bidadari tapat pada usia ku saat ini. Apa ini mimpi? "tidak" ini sungguh nyata. Tak bisa ku ungkap seberapa besar rasa yang ada di dalam dada, bahkan jika kuteriakkan nafasku tak kan bisa melampiaskannya, hanya satu kata "bahagia" yang mampu menggambarkan seluruh isi jiwa. Ini kah cinta? rasa yang begitu hebat, kedamaian yang begitu hangat, serasa membawa ku terbang bersama jutaan peri kecil pada indahnya warna pelangi.

Terima kasih, telah menjadi Bidadari impian ku selama ini. seseorang kado teristimewa yang pernah ku dapatkan, cinta mu dan kisah ini tak akan pernah hilang. itulah janji pertama dan yang akan membawaku kembali kemanapun aku akan pergi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ibu

bu, aku punya cerita kepadamu Tentang anak mu yang dulu manis dan lucu itu Kini sudah besar dan tumbuh dewasa .  .  Ibu, anak mu s...